Bankeu Akselerasi Rp 630 Juta Menguap? Pengaspalan Jalan di Cibanon Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Volume Cuma 0,03 Cm

KOMPASH.com || BOGOR- Proyek pengaspalan jalan desa di Desa Cibanon, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan tajam warga. Pasalnya, proyek yang menelan anggaran ratusan juta dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Kabupaten Bogor itu diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis.

Pantauan di lapangan pada Jumat, 23 Oktober 2026, proyek pengaspalan yang berlokasi di Kp. Cimuncang RW.002 – Kp. Kacapandak RW.003 itu telah selesai dikerjakan. Namun, ada kejanggalan fatal yang terpampang jelas di papan kegiatan proyek.

Dalam papan kegiatan yang terpasang di lokasi Jl. Raya Sukaraja, Cibanon, tertulis volume pekerjaan: *800 m x 3,5 m x 0,03 cm dengan total anggaran *Rp. 630.584.000,-yang bersumber dari *Bankeu Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan Kab. Bogor Tahun Anggaran 2026 Tahap I.

Kejanggalan itu terletak pada angka ketebalan: 0,03 cm. Jika dikonversikan, 0,03 cm sama dengan 0,3 milimeter atau setipis daun pisang. Bahkan plastik kresek saja lebih tebal.

Secara teknis konstruksi, pengaspalan hotmix jalan desa minimal memiliki ketebalan 3 cm (0,03 meter), bukan 0,03 cm. Dugaan kuat terjadi salah tulis fatal di papan kegiatan, atau justru memang sengaja dikerjakan setipis itu untuk meraup keuntungan besar.

“Ini uang rakyat, Bankeu Akselerasi itu program Bupati untuk percepatan pembangunan, bukan untuk dipermainkan. Kalau tebalnya cuma 0,03 cm, ini bukan jalan, ini cat hitam. Dua minggu kena hujan dan dilindas truk pasti hancur lagi,” ujar salah satu warga Cibanon yang enggan disebutkan namanya.

Dengan anggaran Rp 630.584.000 untuk panjang 800 meter dan lebar 3,5 meter, seharusnya masyarakat mendapatkan jalan hotmix yang berkualitas dengan ketebalan ideal 3 cm. Jika hanya 0,03 cm, patut diduga ada praktik pengurangan volume dan mark-up anggaran yang merugikan keuangan negara.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Cibanon belum dapat dikonfirmasi terkait kejanggalan volume 0,03 cm tersebut. Apakah ini murni kesalahan penulisan di papan kegiatan, atau memang realisasi di lapangan yang setipis daun pisang?

Masyarakat mendesak Inspektorat Kabupaten Bogor dan Camat Sukaraja untuk segera turun melakukan audit dan pengukuran ulang ketebalan aspal tersebut. Jangan sampai program Bankeu Khusus Akselerasi yang digadang-gadang sebagai program Bogor Istimewa dan Gemilang justru ternodai oleh oknum yang ingin mencari untung di atas penderitaan rakyat

(Irma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *