Dikeluhkan Pemudik, Jalan Provinsi Sukabumi–Bogor Dipenuhi Lubang, Pengguna Jalan Soroti Kinerja Pemeliharaan

KOMPASH.com || SUKABUMI – Kondisi ruas jalan provinsi yang menghubungkan Sukabumi–Bogor kembali menuai keluhan dari para pengguna jalan, terutama menjelang arus mudik Idul Fitri 2026. Sejumlah titik di sepanjang jalur tersebut dilaporkan mengalami kerusakan serius, dengan lubang-lubang yang menganga dan berpotensi membahayakan keselamatan pengendara.

Pantauan di lapangan menunjukkan, kerusakan jalan tidak hanya terjadi di satu atau dua titik, melainkan tersebar di beberapa ruas strategis yang kerap dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan, mengingat jalur Sukabumi–Bogor merupakan salah satu akses vital bagi mobilitas masyarakat, termasuk para pekerja dan pemudik.

Ujang (49), seorang pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk aktivitas antar-jemput karyawan pabrik, mengaku khawatir dengan kondisi jalan yang semakin memburuk. Ia menilai, lubang-lubang yang dibiarkan tanpa penanganan serius dapat memicu kecelakaan, terutama pada malam hari atau saat hujan turun.

“Kalau siang hari mungkin masih bisa dihindari, tapi kalau malam atau hujan, lubang itu nyaris tidak terlihat. Ini sangat berbahaya, apalagi buat pengendara motor,” ujarnya.Kamis (18/3/2026)

Keluhan serupa juga disampaikan pengguna jalan lainnya yang berharap adanya tindakan cepat dari pihak terkait. Mereka menilai, kinerja pemeliharaan jalan oleh instansi berwenang, dalam hal ini Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Selain berpotensi menyebabkan kecelakaan, kondisi jalan yang rusak juga berdampak pada kenyamanan dan efisiensi perjalanan. Waktu tempuh menjadi lebih lama, serta meningkatkan risiko kerusakan kendaraan akibat menghantam lubang di jalan.

Masyarakat pun berharap perhatian serius dari pemerintah provinsi, khususnya Gubernur Jawa Barat, untuk segera mengambil langkah konkret dalam memperbaiki kondisi jalan tersebut. Evaluasi terhadap kinerja pemeliharaan dinilai penting agar kejadian serupa tidak terus berulang, terlebih pada momen-momen krusial seperti arus mudik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat terkait rencana perbaikan maupun penanganan jalan rusak di jalur Sukabumi–Bogor tersebut.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur jalan bukan sekadar fasilitas publik, melainkan faktor utama dalam menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat. Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, ancaman kecelakaan akan terus membayangi para pengguna jalan.

(.Ir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *