KOMPASH.com || Sukabumi — Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, melakukan peninjauan langsung ke kawasan wisata pantai selatan Kabupaten Sukabumi dengan cara yang tidak biasa. Ia turun dari helikopter di Pos Pengamanan Karang Hawu, kawasan Pelabuhanratu, Senin (23/03/2026), lalu melanjutkan pemantauan dengan berjalan kaki menyusuri pesisir pantai.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap lonjakan wisatawan yang memadati destinasi favorit saat libur Lebaran, khususnya di Pantai Karang Hawu yang berada di wilayah Kecamatan Cisolok.
Dari hasil pemantauan udara, Kapolda mengaku telah melihat kepadatan signifikan di kawasan wisata. Hal itu mendorongnya untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan kesiapan personel dan sistem pengamanan.
“Dari atas saya sudah melihat pergerakan masyarakat sangat tinggi menuju kawasan ini. Maka saya perlu turun langsung memastikan bagaimana pengamanan berjalan,” ujarnya di sela peninjauan.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat untuk berwisata merupakan hal positif, terutama dalam momentum libur panjang Lebaran yang identik dengan kebersamaan keluarga. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga meningkatkan potensi risiko, khususnya kecelakaan laut yang kerap terjadi di kawasan pantai selatan.
Untuk itu, Kapolda menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama. Ia menginstruksikan jajaran kepolisian di wilayah Kabupaten Sukabumi untuk memperketat pengawasan di titik-titik rawan serta meningkatkan kesiapsiagaan personel.
“Saya sudah arahkan Kapolres dan seluruh jajaran agar memberikan pelayanan maksimal. Tidak boleh ada lagi korban kecelakaan laut. Kita harus pahami karakter alamnya, siapkan peralatannya, dan cari solusi agar masyarakat tetap aman,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan sarana keselamatan di lapangan, seperti pelampung, papan peringatan, serta rambu larangan di area berbahaya. Petugas diminta tidak hanya berjaga, tetapi juga aktif mengedukasi wisatawan agar tidak berenang di zona berisiko tinggi.
Selain itu, patroli rutin oleh personel kepolisian dan Polairud terus digencarkan, terutama di titik-titik yang kerap menjadi lokasi insiden. Kapolda mengingatkan bahwa pengamanan kawasan wisata bukan sekadar tugas rutin, melainkan bagian dari operasi kemanusiaan.
“Ini adalah operasi kemanusiaan. Negara harus hadir untuk memastikan masyarakat yang berlibur merasa aman dan terlindungi,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada pengamanan pantai, Kapolda juga menyoroti kondisi lalu lintas menuju Sukabumi yang sempat mengalami kepadatan, terutama di jalur Tol Bocimi dan kawasan Pasar Cibadak.
Untuk mengurai kemacetan, kepolisian bersama instansi terkait telah melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari rekayasa lalu lintas, pembukaan jalur tol secara fungsional, hingga penerapan sistem satu arah di sejumlah titik rawan macet.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang berhasil mengungkap kasus begal di wilayah Sukabumi dalam waktu cepat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pencegahan tetap menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan.
“Saya mengapresiasi pengungkapan kasus yang cepat. Namun yang lebih penting adalah pencegahan. Masyarakat juga harus ikut menjaga diri dan barang bawaannya,” pungkasnya.
Dengan peningkatan pengamanan dan koordinasi lintas instansi, diharapkan aktivitas wisata di kawasan pantai selatan Sukabumi dapat berjalan aman, nyaman, dan bebas dari insiden, sehingga masyarakat dapat menikmati libur Lebaran dengan penuh rasa tenang.













